Sebelum usia 30, menurutku ini adalah umur-umur yang sangat bagus dalam membentuk pola pikir dan minset yang akan berpengaruh besar bagi perjalan karir seseorang, salah satu jalan terbaik adalah belajar langsung dari parah ahli lewat bukuyang merek karang, buku menuangkan segala pengala isi pikiran dan ilmu yang telah merka dapatkan. karna pengalamannya sangat berharga dan buku adalah jalan keluarnya.
Daftar Buku dan Alasan Memilihnya
1. Rich Dad Poor Dad (Roy Kiyosaki)
Rich Dad and Poor Dad" adalah buku yang ngebahas soal literasi keuangan, dengan cara membandingkan dua cara berpikir yang berbeda. Di satu sisi ada “Rich Dad”, yaitu ayah dari temannya si penulis, yang punya pola pikir orang kaya. Di sisi lain ada “Poor Dad”, yaitu ayah kandung penulis sendiri, yang punya cara pandang keuangan seperti kebanyakan orang pada umumnya. Lewat perbandingan ini, penulis mau nunjukin gimana pola pikir bisa ngaruh besar ke kondisi keuangan seseorang. Lewat bukun ini Roy cerita nih perbedaan pandang dua orang yang berbeda tentang; keuangan, investasi, dan dua pekejaan antara orang kaya dan kelas orang miskin. Dalam ini Roy cukup menegaskan bagaimana pentingnya pendididkan keuangan dan bagaimana caranya tuh uang bekerja untuk kita. keren banget ga sih?
Alasan memilih buku ini: ya tentu buku ini benar benar harus dibaca sebelum umur 30, karna isinya itu daging banget buat kita gen z yang doyannya belanja aja.
2. The Lean Startup (Eric Ries)
Jadi guys, di buku ini Eric ngebahas gimana sih sebenernya langkah-langkah buat mulai bisnis startup. Fokus utamanya tuh ada di cara ngetes ide dengan cepat, validasi pasar, dan terus-terusan ngembangin produk lewat masukan dari pengguna. Salah satu konsep penting yang dibahas adalah Minimum Viable Product (MVP). versi paling sederhana dari produk yang bisa dipakai buat dapet feedback awal. Nah, dari situ, startup bisa ngikutin proses Build-Measure-Learn, yaitu bikin dulu, ukur hasilnya, terus belajar dari situ buat ditingkatin lagi. Dengan pendekatan ini, startup bisa jalan lebih lincah, irit biaya, dan tetap fokus sama kebutuhan asli dari pelanggan. Dalam buku ini Eric juga menekankan bahwa kegagalan bukanlah yabg harus dhindari tapih hal yang harus dipelajari dengan cepat.
Alasan aku memilih buku ini: ya menurut ku ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin memulai bisnis, apalagi dikalangan gen-z yang terkadang ragu-ragu untuk memulai.
3. Thinking, Fast and Slow – Daniel Kahneman
Nah, buku Thinking, Fast and Slow ini keren banget sih. Buku ini ngebahas tentang gimana otak kita sebenarnya punya dua sistem utama dalam ngambil keputusan. Sistem 1 itu yang cepet, spontan, intuitif, dan sering kali dipengaruhi emosi. Sementara Sistem 2 lebih lambat, mikirnya logis, dan penuh pertimbangan.
Daniel Kahneman, penulis buku ini, nunjukin ke kita bahwa banyak keputusan penting, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja atau bisnis, ternyata sering banget dipengaruhi sama bias, intuisi yang keliru, dan kebiasaan mikir otomatis. Kita diajak buat lebih sadar kalau gak semua keputusan yang kelihatannya logis itu bener-bener kita pikirin secara sadar. Kadang, keputusan itu muncul begitu aja, cepet, tanpa mikir panjang, dan itu bisa berdampak besar tanpa kita sadari. Kadang, justru keputusan yang kita ambil secara cepat tanpa mikir panjang itu yang ngasih dampak besar: bisa positif, bisa juga negatif.
Alasan aku memilih buku ini: ya menurut ku buku ini sangat penting bagi calon pembisnis atau pemimpin karna mengajar cara berkir kritis.
4. Start with Why – Simon Sinek
Dalam buku ini penulis mengajak kita kembali ke akar yaitu "mengapa kita kembali melakukan apa yang sedang kita lakuakan" Simon menjelaskan bahwa pendiri dari brand besar seperti Apple dan pembisnis lainnya, mereka selalu memulai sesuatu dari satu pertanyaan penting "Wyh" mengapa mereka melakukannya.
penulis memperkenalan konsep Golden Circle yang terdiri dari: Why, Who, and What. ia menjelaskan bahwa orang tidak membelin apa yang kamu jual tetapih alasan kamu menjualnya.
Alasan aku memilih buku ini: ya menurut ku buku ini sangat bagus untuk anak muda yang ingin membangun bisnis, brand yang kuat dan jangka panjang.
5. The Psychology of Money – Morgan Housel
The Psychology of Money itu buku yang ngajak kita mikir ulang soal uang. Di sini, Morgan Housel ngejelasin bahwa sukses secara finansial tuh gak melulu soal strategi investasi atau hitung-hitungan rumit. Yang lebih penting justru gimana cara kita mikir soal risiko, waktu, kesabaran, dan harapan.
Buku ini bahas banyak konsep menarik, kayak kapan sih kita bisa dibilang “cukup”, kenapa ada kekayaan yang gak kelihatan, dan gimana keberuntungan sama risiko itu seringkali jalan bareng. Intinya, mengelola uang itu lebih ke soal sikap dan emosi, bukan cuma soal logika atau angka doang. Morgan juga mengatakan bahwa orang pintar pun bisa membuat keputusan keuangan yang buruk, bukan karna kurang pengetahuan tapih karna belum memahapi tentang psikologi dibalik uang.
Alasan aku memilih buku ini: karna buku ini sangat bagus untuk anak muda yang boros dan konsumtif.